Dialektis.co – Kondisi ketenagakerjaan di Kota Bontang sepanjang 2025 menunjukkan masih adanya ketimpangan antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja (pencaker).
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang mencatat, selama tahun 2025 jumlah lowongan kerja (loker) yang tersedia hanya mencapai 5.363 posisi.
Di sisi lain, jumlah pencari kerja di Kota Taman tercatat jauh lebih tinggi, yakni sebanyak 10.708 orang. Dari angka tersebut, hanya 4.107 pencari kerja yang berhasil terserap dan bekerja di berbagai sektor usaha dan industri.
Data tersebut menggambarkan bahwa persaingan di dunia kerja masih cukup ketat.
Jumlah pencari kerja hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan lowongan yang tersedia, sehingga tidak semua pencaker dapat terserap, meskipun telah mengikuti berbagai proses rekrutmen.
Kondisi ini turut dipengaruhi oleh terbatasnya pembukaan lapangan kerja baru di perusahaan, sementara setiap tahunnya Bontang terus menerima tambahan angkatan kerja baru, terutama dari lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.
Kepala Disnaker melalui Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Lukmanul Hakim menilai, upaya peningkatan kompetensi pencari kerja melalui pelatihan dan pemagangan menjadi salah satu langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Selain menyiapkan pelatihan dan pemagangan berbasis industri, Disnaker juga menyiapkan pelatihan berbasis kewirausahaan.
“Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, diharapkan peluang pencari kerja untuk terserap di dunia kerja maupun membuka usaha mandiri dapat semakin besar,” pungkasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post