Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

KPA Se-Bontang Gelar Refleksi Ekologi Kota Bontang, RTH Jadi Sorotan

Redaksi by Redaksi
November 21, 2021
KPA Se-Bontang Gelar Refleksi Ekologi Kota Bontang, RTH Jadi Sorotan

Aksi Tanam Mangrove Komunitas Pecinta Alam se-Kota Bontang (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Dalam rangka peringatan hari Pohon Sedunia, sejumlah Komunitas Pecinta Alam menggelar serangkaian acara bertajuk “Refleksi Ekologi Kota Bontang”. Yang diawali dengan Talk Show dan ditutup dengan penanaman mangrove.

Acara Talk Show dimulai sejak pukul 20.00 Wita, Sabtu (20/11/2021). Komunitas pecinta alam menghadirkan beberapa narasumber. Mulai dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Heru Triatmojo, Senior Mapala STIE Makassar Bakhtiar Wakkang, PLT Kepala Dinas Perkimtan Zulkifli dan dua narasumber lainnya.

Tema dalam talk show tersebut yakni, Menggagas Prospek Kota Bontang dalam Mewujudkan Lingkungan yang Beradab.

Ketua Umum Mapala Stitek Bontang, Fajri mengatakan, melalui kegiatan itu diharapkan mampu menciptakan tumbuhnya kesadaran dan peran aktif masyarakat, penggiat dan pecinta alam akan pentingnya lingkungan hidup yang sehat.

Dia bilang, yang menjadi topik utama dalam kegiatan talk show tersebut yakni, kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Bontang.

Menurutnya, dalam upaya memberikan kenyaman dan lingkungan sehat bagi warga kota, penyediaan RTH dapat menjadi solusi bagi pelaku pembangunan. Hal itu juga dapat memberi kontribusi terhadap penurunan emisi karbon untuk penurunan pemanasan global.

“Pertumbuhan kota yang begitu cepat berimplikasi terhadap timbulnya berbagai permasalahan perkotaan seperti banjir, permukiman kumuh, kesenjangan sosial, dan berkurangnya luasan ruang terbuka hijau. Permasalahan perkotaan semakin berat karena hadirnya fenomena perubahan iklim, sehingga kota menjadi tidak nyaman untuk ditinggali,” kata Fajri.

Dia menjelaskan, penyediaan RTH di perkotaan merupakan amanat dari UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang yang mengatur pengembangan kawasan perkotaan dilihat dari aspek penataan ruang.

Dalam UU tersebut, disebutkan RTH merupakan sub sistem tata ruang dan infrastruktur wilayah, khususnya dalam pengembangan permukiman dan perkotaan yang berbasis pada potensi keanekaragaman hayati sebagai sumber daya alam setempat.

UU tersebut mengamanatkan bahwa perencanaan tata ruang wilayah kota harus memuat ketentuan rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH), dan mensyaratkan luas RTH minimal sebesar 30% dari luas wilayah kawasan perkotaan yang dibagi menjadi RTH Publik minimal 20% dan RTH Privat minimal 10%.

Hal ini menjadi tuntutan bagi Kota Bontang untuk berusaha menambah dan meningkatkan kuantitas dan kualitas RTH-nya.

Kata dia, meski target luasan RTH yang akan dicapai sudah jelas dan sesuai dengan standar nasional. Namun, yang terpenting adalah tindakan nyata penerapan upaya-upaya perluasan area RTH.

Menurutnya, memperluas RTH juga tidak akan berarti jika lahan hijau eksisting tidak turut dipertahankan.

 

Mempertahankan dan memperluas RTH kiranya menjadi bagian penting yang terus diperjuangkan dalam penataan kota. Apalagi, ke depannya, perkotaan akan menghadapi tekanan pertumbuhan penduduk dan perubahan lingkungan yang lebih ekstrem.

“Jika kita menakar luas wilayah normal Kota Bontang yakni 497,57 km2, dan didominasi sebanyak 70,29 persen lautan. Target RTH mencapai 30 persen akan sulit tercapai. Untuk itu, dalam talk show ini kami ingin mendengar pemaparan dari Pemerintah Kota,” katanya.

Sementara itu, salah satu narasumber, Senior Mapala STIE Makassar, Bakhtiar Wakkang yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengatakan bahwa lahan yang kini telah dibangun sebagai kawasan hijau dalam bentuk hutan kota, belum menjadi jaminan sebagai kawasan hutan definitif, sehingga sangat memungkinkan diubah untuk kepentingan bangunan lain.

Ketersediaan lahan dengan status peruntukan yang jelas perlu ditetapkan secara lugas, sebagai wahana pembangunan dan pengembangan hutan kota, agar penyelenggaraannya dapat dilakukan secara terprogram.

“Pemerintah harus berkomitmen terkait hal itu. Kawasan hijau yang sudah ada harus dipertahankan. Prioritas utama yang harus menjadi pijakan adalah tata ruang dibentuk guna melindungi ekosistem dan ekologi,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu secepatnya mendorong lahirnya peraturan daerah tentang Ruang Terbuka Hijau secara umum dan hutan kota secara khusus agar perencanaan pembangunan, pengembangan dan pengelolaan hutan kota memiliki kekuatan hukum yang jelas dan tegas.

“Mengingat luasnya aspek pengelolaan hutan kota dari mulai perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pemanfaatan bagi kepentingan sosial maupun ekonomi dan ekologis, maka perlu kejelasan tentang institusi atau badan pengelola hutan kota dapat berperan sebagai infrastruktur hijau,” ujarnya, saat menjawab pertanyaan dari salah satu peserta.

Kegiatan Talk Show tersebut dihadiri ratusan peserta yang tergabung dalam komunitas pecinta alam. Para narasumber secara bergantian menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta. Kegiatan malam itu berlangsung hingga pukul 23.00 Wita.

Penanaman Pohon Mangrove

Pagi harinya, Minggu (21/11/2021) di Aula Khatulistiwa Mangrove Park, Salebba, Bontang Utara. Sekitar pukul 08.00 Wita, para anggota komunitas pecinta alam mulai berdatangan. Kedatangan mereka bertujuan untuk melanjutkan rangkaian acara, yakni penanaman mangrove jenis Rhizophora sebanyak 1.000 bibit.

Sebelum mulai penanaman, terlebih dahulu dilakukan seremonial. Pagi itu, acara penanaman pohon mangrove dibuka langsung oleh Wakil Walikota Bontang, Najirah.

Dalam sambutannya, Najirah mengatakan penanaman bakau sangat bermanfaat untuk mempertahankan ekosistem di daerah pesisir. Ia menyarankan kepada seluruh pecinta alam di Bontang untuk terus mengawasi dan merawat apa yang sudah ditanam.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Setelah menanam harus dijaga dan diawasi. Jangan ditinggal begitu saja,” ucap wanita murah senyum itu, saat sambutan.

Menurut dia, pelestarian lingkungan tak bisa diabaikan. Sebab alam merupakan indikator penting dalam kelangsungan ekosistem. Sehingga kegiatan seperti ini perlu mendapat tempat khusus dalam roda pemerintahan dan wajib terus digalakkan.

“Menjaga lingkungan juga merupakan tugas pokok baik pemerintah, perusahaan, maupun seluruh masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan pada setiap individu,” tukasnya.

Usai acara seremonial. Menjelang pukul 11.00 Wita, puluhan anggota pecinta alam bersiap menuju penanaman. Perjalanan menuju lokasi ditempuh sekitar 800 meter harus melewati papan ulin yang berada di tengah hutan bakau. Mereka tampak antusias. Sesekali para peserta mengamati keindahan alam di sekitarnya. Pohon bakau yang hijau itu tertata nan rapi.

Lokasi penanaman di areal hutan mangrove ini merupakan tipe kajapah yaitu tipe hutan mangrove yang berbatasan langsung dengan laut. Dimana kedalaman lumpur berkisar 90 centimeter. Namun, hal tersebut tidak menyulutkan semangat mereka menanam 1000 bibit bakau berjanis Rhizophora Mucronata.

Satu sama lain saling berbagi tugas. Sebagian turun untuk menanam, dan sebangian lagi bertugas memindahkan bibit. Sesekali mereka berteriak pekik saling menyemangati.

Menurut Fajri, Ketua Umum Mapala Stitek, Kota Bontang saat ini dihadapkan dengan berbagai persoalan lingkungan. Mulai dari pencemaran udara, banjir dan lainnya. “Maka dari itu, kita harus mengimbangi permasalahan yang ada, ya salah satunya dengan melakukan penanaman ini,” katanya.

Menurutnya, jika lahan hutan terus dialihfungsikan untuk pembangunan industri, suatu saat nanti perubahan manset di masyarakat akan turut berganti. Masyarakat hanya akan memikirkan ekonomi. Secara perlahan tingkat kepedulian pada lingkungan hidup akan secara perlahan terkikis.

“Kalau masyarakat hanya memikirkan membangun perkantoran, membangun perumahan. Dikemudian hari, oksigen, lingkungan yang tertata, air bersih, hidup tenang, akan menjadi sesuatu yang sangat mahal,” jelasnya.

Kata pria berambut panjang itu, lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang memiliki basic konservasi. Dia menekankan, kepada generasi muda agar kepedulian terhadap lingkungan jangan sampai hilang.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang harus memulai. Kalau semakin banyak akar pohon yang diganti dengan akar beton. Bukan tidak mungkin, dikemudian hari kita hanya melihat pemandangan alam dari lukisan,” sebutnya.

Dia menambahkan, seharusnya masyarakat perlu menyadari bahwa manusialah yang membutuhkan alam, bukan alam yang membutuhkan manusia.

“Kita harus tersadar untuk kembali pada realitas bahwa sebaiknya manusia memberi sebanyak yang mereka minta, atau sekurang-kurangnya mengambil secukupnya saja,” tukasnya.

Sejak beberapa minggu sebelumnya, anggota komunitas pecinta alam memang sudah merencanakan kegiatan ini dengan matang. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Aktivitas tersebut tentu akan berdampak positif akan keberlangsungan pesisir Kota Taman.

“Semoga yang kami lakukan ini, bermanfaat untuk kelangsungan masyarakat Bontang,” sebut Ketua Panitia, Andre. Pria yang juga salah satu anggota komunitas pecinta alam itu mengaku akan terus menyalurkan kepeduliannya sebagai pecinta alam maupun lingkungan.

Momen ini juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi antar sesama pecinta alam. Sebanyak 10 komunikasi pecinta alam se-Kota Bontang yang turut andil dalam kegiatan selama dua hari itu. Selain itu, turut hadir beberapa anggota Mapala asal Samarinda.

Sesuai dengan tema mereka, yakni “Hari Pohon Sedunia”, keberadaan dan kelangsungan pohon bakau yang sudah ditanam harus dijaga dengan baik. Manfaat tanaman mangrove sendiri cukup banyak. Seperti mencegah erosi dan abrasi pantai. Juga berperan dalam pembentukan pulau serta menstabilkan daerah pesisir.

Apalagi Bontang merupakan kota kecil. Luas wilayahnya sekitar 497,57 kilometer persegi. Menariknya, 77,80 persen diataranya adalah lautan, sekitar  347,77 kilometer persegi. Sementara luas daratan hanya 149,80 kilometer persegi. Maka bisa dikatakan, hampir seluruh daerah di Bontang merupakan lautan.

Dengan kondisi ini, kepedulian masyarakat maupun pemuda terhadap lingkungan sangat dinantikan untuk keberlangsungan pesisir Kota Taman di masa mendatang. Apalagi, Mangrove Park dikenal sebagai tempat wisata yang indah. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bontang
ShareTweet
Previous Post

KPA Bontang Adventurer Tanam 500 Mangrove di Hari Pohon Sedunia

Next Post

Harga Minyak Goreng di Bontang Naik, Dikeluhkan Pembeli

Related Posts

Tabrak Mobil di Jalan Efendi BTN PKT, Pemotor Dilarikan ke RS Yabis
WARTA

Tabrak Mobil di Jalan Efendi BTN PKT, Pemotor Dilarikan ke RS Yabis

Tabrak Mobil Berhenti depan Gapura Jalan Manggis BTN PKT, Pemotor Dilarikan ke RSUD
WARTA

Tabrak Mobil Berhenti depan Gapura Jalan Manggis BTN PKT, Pemotor Dilarikan ke RSUD

Layanan Disnaker Bontang Kembali Aktif Usai Libur Lebaran dan Cuti Bersama
RAGAM

Layanan Disnaker Bontang Kembali Aktif Usai Libur Lebaran dan Cuti Bersama

Pemotor Wanita Asal Tanjung Laut Tewas di Jalan Poros, Terlindas Truk Trailer
WARTA

Pemotor Wanita Asal Tanjung Laut Tewas di Jalan Poros, Terlindas Truk Trailer

Pelaku Penikaman di Jalan Tomat Ditangkap, Barang Bukti Pisau Menancap di Helm
WARTA

Pelaku Penikaman di Jalan Tomat Ditangkap, Barang Bukti Pisau Menancap di Helm

Layanan 110! Kasus Penikaman di Jalan Tomat, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
WARTA

Layanan 110! Kasus Penikaman di Jalan Tomat, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Next Post
Harga Minyak Goreng di Bontang Naik, Dikeluhkan Pembeli

Harga Minyak Goreng di Bontang Naik, Dikeluhkan Pembeli

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000526

article 138000527

article 138000528

article 138000529

article 138000530

article 138000531

article 138000532

article 138000533

article 138000534

article 138000535

article 138000536

article 138000537

article 138000538

article 138000539

article 138000540

article 138000541

article 138000542

article 138000543

article 138000544

article 138000545

article 138000546

article 138000547

article 138000548

article 138000549

article 138000550

article 138000551

article 138000552

article 138000553

article 138000554

article 138000555

article 138000556

article 138000557

article 138000558

article 138000559

article 138000560

article 138000561

article 138000562

article 138000563

article 138000564

article 138000565

article 138000566

article 138000567

article 138000568

article 138000569

article 138000570

article 138000571

article 138000572

article 138000573

article 138000574

article 138000575

article 138000576

article 138000577

article 138000578

article 138000579

article 138000580

article 138000581

article 138000582

article 138000583

article 138000584

article 138000585

article 158000416

article 158000417

article 158000418

article 158000419

article 158000420

article 158000421

article 158000422

article 158000423

article 158000424

article 158000425

article 158000426

article 158000427

article 158000428

article 158000429

article 158000430

article 158000431

article 158000432

article 158000433

article 158000434

article 158000435

article 158000436

article 158000437

article 158000438

article 158000439

article 158000440

article 208000436

article 208000437

article 208000438

article 208000439

article 208000440

article 208000441

article 208000442

article 208000443

article 208000444

article 208000445

article 208000446

article 208000447

article 208000448

article 208000449

article 208000450

article 208000451

article 208000452

article 208000453

article 208000454

article 208000455

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000436

208000437

208000438

208000439

208000440

208000441

208000442

208000443

208000444

208000445

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000286

article 228000287

article 228000288

article 228000289

article 228000290

article 228000291

article 228000292

article 228000293

article 228000294

article 228000295

article 228000296

article 228000297

article 228000298

article 228000299

article 228000300

article 228000301

article 228000302

article 228000303

article 228000304

article 228000305

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 238000281

article 238000282

article 238000283

article 238000284

article 238000285

article 238000286

article 238000287

article 238000288

article 238000289

article 238000290

article 238000291

article 238000292

article 238000293

article 238000294

article 238000295

article 238000296

article 238000297

article 238000298

article 238000299

article 238000300

sumbar-238000256

sumbar-238000257

sumbar-238000258

sumbar-238000259

sumbar-238000260

sumbar-238000261

sumbar-238000262

sumbar-238000263

sumbar-238000264

sumbar-238000265

sumbar-238000266

sumbar-238000267

sumbar-238000268

sumbar-238000269

sumbar-238000270

sumbar-238000271

sumbar-238000272

sumbar-238000273

sumbar-238000274

sumbar-238000275

sumbar-238000276

sumbar-238000277

sumbar-238000278

sumbar-238000279

sumbar-238000280

sumbar-238000281

sumbar-238000282

sumbar-238000283

sumbar-238000284

sumbar-238000285

sumbar-238000286

sumbar-238000287

sumbar-238000288

sumbar-238000289

sumbar-238000290

news-1701
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

138000481

138000482

138000483

138000484

138000485

138000486

138000487

138000488

138000489

138000490

138000491

138000492

138000493

138000494

138000495

138000496

138000497

138000498

138000499

138000500

138000501

138000502

138000503

138000504

138000505

138000506

138000507

138000508

138000509

138000510

138000511

138000512

138000513

138000514

138000515

138000516

138000517

138000518

138000519

138000520

138000521

138000522

138000523

138000524

138000525

article 138000526

article 138000527

article 138000528

article 138000529

article 138000530

article 138000531

article 138000532

article 138000533

article 138000534

article 138000535

article 138000536

article 138000537

article 138000538

article 138000539

article 138000540

158000386

158000387

158000388

158000389

158000390

158000391

158000392

158000393

158000394

158000395

158000396

158000397

158000398

158000399

158000400

158000401

158000402

158000403

158000404

158000405

158000406

158000407

158000408

158000409

158000410

158000411

158000412

158000413

158000414

158000415

article 158000416

article 158000417

article 158000418

article 158000419

article 158000420

article 158000421

article 158000422

article 158000423

article 158000424

article 158000425

208000411

208000412

208000413

208000414

208000415

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

208000421

208000422

208000423

208000424

208000425

208000426

208000427

208000428

208000429

208000430

208000431

208000432

208000433

208000434

208000435

article 208000436

article 208000437

article 208000438

article 208000439

article 208000440

article 208000441

article 208000442

article 208000443

article 208000444

article 208000445

article 208000446

article 208000447

article 208000448

article 208000449

article 208000450

208000436

208000437

208000438

208000439

208000440

208000441

208000442

208000443

208000444

208000445

228000236

228000237

228000238

228000239

228000240

228000241

228000242

228000243

228000244

228000245

228000251

228000252

228000253

228000254

228000255

228000256

228000257

228000258

228000259

228000260

228000261

228000262

228000263

228000264

228000265

228000266

228000267

228000268

228000269

228000270

228000271

228000272

228000273

228000274

228000275

228000276

228000277

228000278

228000279

228000280

228000281

228000282

228000283

228000284

228000285

article 228000286

article 228000287

article 228000288

article 228000289

article 228000290

article 228000291

article 228000292

article 228000293

article 228000294

article 228000295

article 228000296

article 228000297

article 228000298

article 228000299

article 228000300

238000231

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

238000257

238000258

238000259

238000260

article 238000261

article 238000262

article 238000263

article 238000264

article 238000265

article 238000266

article 238000267

article 238000268

article 238000269

article 238000270

news-1701