Dialektis.co, SANGATTA- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mengalihkan fokus pengembangan pertanian dari padi gunung ke padi gogo.
Langkah ini diambil seiring rendahnya produktivitas padi gunung di sejumlah wilayah pedalaman.
Kepala Bidang DTPHP Kutim, Dessy, mengatakan padi gunung hingga kini masih banyak ditanam masyarakat di Kecamatan Busang, Long Mesangat, dan Muara Bengkal. Namun dari sisi hasil panen, jenis padi ini dinilai kurang menguntungkan bagi petani.
“Rata-rata hasil panen padi gunung hanya sekitar satu ton per hektare. Produktivitasnya belum bisa ditingkatkan karena keterbatasan benih dan kondisi lahan,” ujar Dessy saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan, selain keterbatasan benih, lahan tanam padi gunung umumnya berupa ladang berpindah yang semakin sulit ditemukan dan tidak memungkinkan pengolahan secara intensif.
“Lahan padi gunung itu kebanyakan ladang bertanah, tidak menetap, sehingga sulit dikembangkan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat padi gunung sulit dijadikan komoditas unggulan daerah, meskipun memiliki cita rasa khas yang digemari masyarakat lokal.
“Secara budaya memang masih dipertahankan, tapi secara ekonomi kurang menjanjikan,” pungkas Dessy.(adv)








Discussion about this post