Dialektis.co – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Eddy Foreswanto menyatakan pihaknya turut mendalami kasus dugaan kekerasan oknum guru kepada seorang siswa di salah satu sekolah negeri (SDN) Bontang Selatan.
Kata Eddy, meski pihaknya belum mendapat laporan resmi. Namun, setiap indikasi kekerasan yang dialami perempuan dan anak akan dilakukan pendampingan. Terlebih kasus ini, telah mencuat ke publik.
“Iya mas, yang viral itu ya. Petugas kami juga turut melakukan pendalaman,” ujarnya saat dihubungi media ini, Jumat (29/8).
Pihaknya tengah menghimpun informasi dari kedua belah pihak, baik korban maupun terduga pelaku.
Koordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta pihak sekolah pun telah dilakukan.
Langkah ini bukan hanya untuk mengetahui kejadian. Tapi, juga antisipasi agar hal serupa dan pemenuhan hak atas anak dapat berjalan dengan baik.
“Tapi fokus kami bagaimana korban. Mengatasi trauma, termasuk jika dibutuhkan pendampingan,” tuturnya.
Sementara terkait terduga pelaku, pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepada dinas terkait.
Terpisah, Plt Kepala Disdikbud Bontang Saparuddin menyatakan kasus dugaan kekerasan oknum guru ini masih dalam proses investigasi.
Sembari berproses, korban yang masih duduk di kelas 2 itu akan dititipkan sementara di sekolah lain. Agar tetap dapat menjalani proses pembelajaran.
“Kami titipkan dulu saja. Kan di situ dua sekolah di lokasi yang sama. Sambil kami menyelesaikan kasus dugaan kekerasan tersebut,” tutur Saparuddin.
Saat ini pengawas Sekolah tengah bekerja. Memintai keterangan kedua belah pihak. Baik terduga korban dan oknum guru tersebut. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1kemudian join.
Discussion about this post