Dialektis.co, Sangatta — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tengah mempersiapkan penyusunan studi kelayakan serta prospektus investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) bagi dua komoditas perkebunan unggulan daerah, yakni kakao dan karet.
Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat sektor perkebunan selain kelapa sawit, yang selama ini mendominasi struktur ekonomi Kutim.
“Kami tidak hanya ingin menghasilkan dokumen IPRO, tetapi memastikan hasilnya benar-benar diimplementasikan, termasuk mendorong hadirnya pabrik pengolahan di Kutim,” jelas Dasarfani (12/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa kakao dan karet dipilih karena keduanya memiliki potensi besar namun belum dikelola secara optimal.
Kedua komoditas ini bukan hanya menopang ekonomi masyarakat, tetapi juga sudah menjadi bagian dari tradisi lokal.
“Banyak petani kakao dan karet yang belum sepenuhnya terfasilitasi. Padahal, keduanya sangat berpeluang menjadi komoditas unggulan seperti halnya sawit,” paparnya.
Meski anggaran DPMPTSP terbatas, pihaknya tetap berkomitmen melakukan kajian IPRO secara maksimal guna menarik minat investor yang tepat.
Dasarfani menuturkan bahwa hasil penyusunan IPRO nantinya akan dilaporkan kepada Bupati Kutim. Dukungan pemerintah daerah disebut penting agar percepatan investasi dapat berjalan optimal.
“Diharapkan Bupati dapat memberikan dukungan penuh, karena tahapan strategis seperti ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha,” ujarnya. (adv)








Discussion about this post