Dialektis.co – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang menaruh harapan besar kepada para peserta pelatihan Make Up Artis (MUA) yang telah dinyatakan kompeten, khususnya kaum perempuan, agar mampu tumbuh menjadi tenaga profesional sekaligus pelaku usaha mandiri di bidang jasa tata rias wajah.
Keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan, terutama bagi peserta yang berstatus sebagai ibu rumah tangga. Dengan keahlian tersebut, para peserta diharapkan mampu lebih mandiri secara ekonomi tanpa harus meninggalkan peran utamanya di keluarga.
Baca juga: 26 Peserta Pelatihan MUA Disnaker Bontang Lulus Uji Kompetensi, Siap Terjun ke Dunia Usaha
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, saat memberikan motivasi pada penutupan pelatihan dan uji kompetensi MUA di Auditorium Taman Tiga Dimensi Bontang, Senin (9/2/2026).
“Jasa MUA memiliki peluang pasar yang luas. Dengan strategi yang tepat, keterampilan ini bisa memberikan nilai ekonomi sekaligus memperluas jaringan dan popularitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, layanan tata rias dapat ditawarkan untuk berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bontang, perayaan Hari Kemerdekaan RI, Bontang City Carnival (BCC), kegiatan sekolah dan wisuda, hingga acara pernikahan dan hajatan keluarga.
Untuk mendukung peserta yang ingin memulai usaha namun terkendala permodalan, Disnaker Bontang turut mengenalkan program Kredit Bontang Kreatif dengan bunga nol persen.
Program hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bontang dan Bankkaltimtara ini menyediakan plafon pinjaman hingga Rp5 juta. Selain itu, peserta juga didorong memanfaatkan berbagai skema pembiayaan dari perbankan lain yang mendukung calon wirausaha baru.
Sebagai informasi, pelatihan MUA ini diikuti oleh 26 peserta. Disnaker Bontang menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Multi Kursus Training sebagai penyedia instruktur, serta Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata dan Spa Indonesia (LSP PARSI) sebagai lembaga penguji.
Program pelatihan berlangsung selama 20 hari dengan total 160 jam pelajaran, termasuk pelaksanaan uji kompetensi di akhir kegiatan. Peserta yang dinyatakan kompeten berhak memperoleh sertifikat dari LPK serta sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post