Dialektis.co – Nindia Yuristaningtyas, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro Tim KKNT-79, menggelar program kerja individu berupa edukasi dan pendampingan penyusunan storytelling untuk branding produk bagi pelaku UMKM di RW 12 Kelurahan Wujil, Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Multidisiplin 2 dalam rangkaian KKNT-79 yang mengusung tema besar pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan.
Program tersebut dilaksanakan dengan metode door to door, yakni mendatangi langsung rumah maupun tempat usaha masing-masing pelaku UMKM.
Kata dia, metode ini dipilih agar pendampingan dapat berlangsung lebih personal dan fleksibel mengikuti waktu luang setiap pelaku usaha. Dengan menyasar lima pelaku UMKM setempat, yakni Ibu Rusminah, Ibu Kustiyah, Ibu Uun, Ibu Wanto, dan Ibu Triyani, yang selama ini memasarkan produknya secara konvensional dari mulut ke mulut.
“Melalui program ini, mereka diperkenalkan pada konsep storytelling sebagai strategi memperkuat identitas dan daya tarik merek produk,” ujarnya.
Cerita sebagai Kekuatan Branding
Dalam sesi edukasi yang dilakukan dari rumah ke rumah, Nindia menjelaskan bahwa storytelling bukan sekadar menulis deskripsi produk, melainkan menyampaikan kisah di balik produk tersebut, mulai dari alasan usaha itu dimulai, proses pembuatan, hingga nilai atau keunikan yang membedakannya dari produk lain di pasaran.
Baca juga: Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Ajarkan Katalog Digital Produk, Tingkatkan Potensi Desa Wujil
Menurutnya, cerita yang otentik dapat membangun kedekatan emosional dengan calon pembeli sekaligus meningkatkan daya ingat terhadap merek.
“Produk yang punya cerita akan lebih mudah diingat dan dipercaya pembeli, dibanding produk yang hanya dijual tanpa identitas yang jelas,” ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Perpustakaan dan Informasi itu, saat memberikan materi secara langsung di rumah salah satu pelaku UMKM.
Peserta diajak menggali kembali latar belakang usaha masing-masing, termasuk motivasi awal berjualan, bahan atau proses produksi yang menjadi ciri khas, hingga pengalaman personal yang bisa dijadikan nilai jual.
Hasil penggalian tersebut kemudian disusun menjadi narasi singkat yang dapat digunakan sebagai materi promosi, baik dalam bentuk teks untuk media sosial maupun pelengkap katalog produk.
Pendampingan Menyusun Narasi Produk
Selain pemaparan konsep, Nindia juga memberikan pendampingan langsung secara door to door dalam menuliskan storytelling produk mereka masing-masing.
Proses ini dilakukan secara personal di lokasi usaha masing-masing, dengan menyesuaikan gaya bahasa dan karakter usaha agar narasi yang dihasilkan terasa autentik dan tidak terkesan seragam.
Seluruh pelaku UMKM tampak antusias mengikuti proses ini, mengingat kembali detail-detail kecil dari perjalanan usaha mereka yang selama ini jarang diceritakan kepada pembeli.
Narasi yang telah disusun nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap promosi produk, termasuk pada katalog digital yang telah dikembangkan sebelumnya.
Harapan Keberlanjutan
Nindia berharap kemampuan menyusun storytelling ini dapat terus digunakan oleh pelaku UMKM secara mandiri untuk memperbarui narasi produk di kemudian hari, sejalan dengan perkembangan usaha mereka.
Modul singkat mengenai teknik dasar storytelling branding turut diserahkan kepada masing-masing pelaku UMKM saat kunjungan door to doorsebagai bahan referensi.
“Harapannya, cerita di balik produk mereka bisa terus digali dan diperbarui, supaya branding usahanya semakin kuat dan konsisten,” pungkas Nindia.
Diketahui, program ini menjadi salah satu upaya memperkuat daya saing UMKM di RW 12 Kelurahan Wujil melalui pendekatan pemasaran yang lebih personal dan berbasis narasi, sejalan dengan tema besar KKNT-79 dalam mendukung ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan usaha masyarakat. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post