Dialektis.co – Konflik buaya dan manusia di pesisir Kota Bontang, Kalimantan Timur kembali terjadi. Kali ini, Kamis (23/7/2026) malam, seorang nelayan diterkam buaya di perairan Pulau Kedindingan.
Uniknya, Yusri. Meski mengalami sejumlah luka gigitan hingga mendapat perawatan medis. Nelayan itu justru melarang rekan-rekannya menyerang predator itu.
Akbar kerabat korban menceritakan, lokasi kejadian memang sering menjadi tempat menombak ikan.
kejadian bermula saat Yusril bekerja mencari ikan sperti hari hari sebelumnya menggunakan tombak.
Kata dia, saat itu sebenarnya korban sempat melihat keberadaan buaya. Namun, karena jaraknya cukup jauh, korban tetap terjun ke air.
“Om (korban) merasa bisa menghindar kalau buaya mendekat,” cerita keponakan korban.
Tak diduga, tanpa disadari korban buaya itu ternyata sudah mendekat dan berubah agresif menyerang. Yusril tak sempat menghindar ke atas perahu.
Yusril pun diserang digigit di area bahu kanan. Korban yang berontak berhasil melepaskan gigitan buaya. Tapi buaya kembali menggigit tubuhnya.
Area bahu, dada hingga tangan korban jadi objek serangan predator itu.
Beruntung, nelayan yang berada tak jauh dari lokasi menyadari Yusril diserang buaya. Dan kemudian berdatangan.
Saat nelayan lain mendekat hendak menombak mata buaya. Yusril justru meminta agar buaya itu tidak diserang.
“Om (korban) sempat bilang kenapa kamu serang aku buaya), aku tidak berbuat salah. Buaya itu langsung lepas gigitannya dan pergi,” tuturnya.
Usai serangan sejumlah nelayan langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Amalia dan dirujuk ke RS PKT. Saat ini korban dalam kondisi sadar dan mendapatkan perawatan. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post