Dialektis.co, Bontang – Masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu ternyata menjadi titik awal perubahan besar bagi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 3 Bontang, Rahayu.
Di tengah keterbatasan pembelajaran daring saat itu, dirinya justru menemukan peluang untuk mengembangkan metode belajar digital menggunakan Canva.
Rahayu mengatakan, sebelum pandemi dirinya sebenarnya sudah mengenal Canva sejak 2018.
Namun penggunaan aplikasi tersebut masih sebatas kebutuhan desain sederhana dan belum terlalu intens digunakan dalam proses pembelajaran.
Perubahan mulai terjadi ketika sistem belajar daring diterapkan selama pandemi. Guru dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang tetap menarik meski dilakukan secara online.
“Di zaman pandemi itulah saya banyak kulik fitur-fitur baru Canva dan mempraktikkannya di kelas,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, Canva menjadi salah satu aplikasi yang paling membantu guru saat pembelajaran jarak jauh berlangsung. Berbagai fitur visual membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami siswa.
Seiring waktu, Rahayu mulai aktif berbagi pengalaman penggunaan Canva kepada guru-guru lain. Ia juga memperkenalkan berbagai metode pembelajaran digital yang lebih kreatif dan interaktif.
“Saya mulai aktif berbagi praktik baik penggunaan Canva untuk pembelajaran di kelas sejak 2022,” katanya.
Dedikasinya dalam dunia pembelajaran digital akhirnya mendapat perhatian hingga tingkat nasional. Pada 2024, dirinya memperoleh undangan khusus untuk mengikuti seleksi Guru Duta Canva Indonesia.
Namun saat itu kesempatan tersebut belum diambil karena masih fokus menyelesaikan pendidikan. Barulah pada 2025 ia memutuskan mengikuti seleksi secara penuh.
“Alhamdulillah saya lolos dan dinobatkan sebagai Guru Duta Canva Indonesia hingga saat ini,” ucapnya.
Sebagai satu-satunya perwakilan dari Bontang yang lolos dalam program tersebut, Rahayu berharap pencapaiannya bisa menjadi motivasi bagi guru lain untuk terus belajar dan berkembang.
Ia menilai kemampuan teknologi kini menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan modern.
Guru yang mampu memanfaatkan teknologi akan lebih mudah menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari.
“Kalau guru tidak mau belajar teknologi, bakal tertinggal dari yang lain,” tegasnya.
Rahayu juga menekankan bahwa penggunaan Canva tidak terbatas pada pembelajaran akademik saja.
Menurutnya, aplikasi tersebut bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan kreatif baik di lingkungan sekolah maupun aktivitas lainnya.
Dengan pengalaman yang dimilikinya sekarang, ia berharap semakin banyak guru di daerah yang berani mencoba hal-hal baru dalam pembelajaran demi menciptakan pendidikan yang lebih inovatif dan menyenangkan bagi siswa. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post