Dialektis.co – SMP Negeri 4 Bontang terus memperkuat budaya peduli lingkungan di kalangan peserta didik melalui penerapan program Gesit atau Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku.
Program yang diinisiasi Pemerintah Kota Bontang tersebut kini mulai menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari siswa di lingkungan sekolah.
Penerapan program Gesit tidak hanya dilakukan dalam bentuk imbauan semata, tetapi juga melalui pembiasaan yang diterapkan secara rutin.
Sekolah berupaya membangun kesadaran siswa agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan, baik di dalam kelas maupun di area sekolah secara keseluruhan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Bontang, Mangara Herry Andersen, mengatakan program Gesit menjadi salah satu langkah sekolah dalam membentuk karakter disiplin dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.
Menurutnya, pendidikan mengenai kebersihan perlu ditanamkan secara terus-menerus agar menjadi kebiasaan yang melekat pada diri siswa.
“Sekolah ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dilakukan secara rutin dalam berbagai kesempatan.
Tidak hanya saat proses belajar mengajar berlangsung, guru juga terus mengingatkan siswa menjelang jam pulang sekolah agar memastikan kondisi kelas tetap bersih sebelum ditinggalkan.
Selain itu, pihak sekolah memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan ruang kelas.
Siswa diingatkan untuk tidak meninggalkan sampah di dalam kelas maupun di laci meja karena kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kenyamanan proses belajar mengajar.
Dengan lingkungan yang bersih, suasana belajar dinilai menjadi lebih sehat dan kondusif.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya memiliki dampak besar apabila diterapkan secara konsisten.
Ia menilai pembentukan karakter siswa tidak hanya dilakukan melalui materi pelajaran, tetapi juga lewat kebiasaan positif yang dijalankan setiap hari di sekolah.
Pihak sekolah juga menekankan pentingnya keteladanan dalam membangun budaya bersih.
Karena itu, guru dan tenaga pendidik ikut terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah bersama para siswa.
Langkah tersebut dilakukan agar siswa dapat melihat contoh nyata dan terdorong untuk ikut menjaga kebersihan tanpa harus selalu diingatkan.
“Kami ingin anak-anak melihat contoh nyata sehingga mereka terbiasa menjaga lingkungan,” katanya.
Melalui program Gesit, SMPN 4 Bontang berharap tercipta lingkungan sekolah yang lebih nyaman, sehat, dan tertata rapi.
Sekolah juga ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di lingkungan masyarakat. (*/Adv).








Discussion about this post