Dialektis.co – Keberlanjutan penggunaan jembatan sebagai akses utama menuju SMPN 5 Bontang membawa kepastian bagi seluruh warga sekolah, khususnya para siswa yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut untuk beraktivitas.
Setelah melalui komunikasi dan pertemuan dengan berbagai pihak, akses tersebut dipastikan tetap dapat digunakan sebagaimana sebelumnya.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang, Sari Indrawati, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari koordinasi yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, termasuk pembahasan di tingkat DPRD.
Ia menyebutkan bahwa pada prinsipnya, pihak terkait telah memberikan lampu hijau untuk penggunaan kembali akses tersebut.
“Intinya diperbolehkan digunakan kembali, jadi untuk saat ini siswa bisa kembali menggunakan jalur utama,” ungkapnya saat ditemui, Senin (30/3/2026).
Ia bilang, selama ini penggunaan akses tersebut memang menggunakan skema pinjam pakai yang umumnya diperbarui setiap dua tahun.
Meskipun pada pertemuan terakhir belum dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis, izin yang disampaikan secara lisan tetap menjadi dasar kuat bagi penggunaan di lapangan.
Keberlanjutan ini menjadi solusi atas kekhawatiran sebelumnya ketika siswa diarahkan menggunakan jalur alternatif di bagian belakang sekolah yang memiliki keterbatasan ruang dan kapasitas.
Dengan jumlah siswa mencapai sekitar 620 orang, penggunaan jalur sempit tersebut dinilai kurang ideal karena berpotensi menimbulkan kepadatan dan risiko keselamatan.
Kondisi tersebut bahkan pernah memicu insiden kecelakaan akibat tingginya intensitas pergerakan siswa dari beberapa sekolah dalam satu kawasan.
“Dengan kembali difungsikannya jembatan, mobilitas siswa menjadi lebih tertata dan terfokus pada satu jalur utama yang lebih representatif dan familiar,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post