Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Anak 10 Tahun di NTT Bunuh Diri Tinggalkan Surat untuk Ibu, Andi Sofyan Ikut Menyoroti

Redaksi by Redaksi
February 4, 2026
Anak 10 Tahun di NTT Bunuh Diri Tinggalkan Surat untuk Ibu, Andi Sofyan Ikut Menyoroti

Tulisan Tangan Bocah 10 di NTT yang Mengakhiri Hidupnya Bunuh Diri (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Kisah pilu seorang anak 10 tahun di NTT yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri mendapat perhatian luas. Termasuk dari anggota DPD RI Dapil Kalimantan Timur, Andi Sofyan Hasdam, Rabu (4/2/2026).

Dalam keterangan resminya, Sofyan Hasdam mengawali pernyataannya dengan seandainya bukan harian Kompas yang mengangkat kasus ini, mungkin peristiwa ini berlalu begitu saja tanpa menarik perhatian publik.

Menurutnya, masalah ini jangan dilokalisir di salah satu kabupaten di NTT saja. Namun harus diurai akar masalahnya agar bisa diselesaikan, karena persoalan seperti ini terjadi diseluruh Indonesia.

Kejadian bunuh diri bukan persoalan biasa. Keputusan bunuh diri dilakukan oleh orang yang menderita “depresi” yang salah satunya diakibatkan oleh tekanan hidup yang tidak memperoleh jalan keluar.

Baca juga: Sosialisasi Empat Pilar, Sofyan Hasdam Ingatkan kesadaran Berbangsa

Baginya, apa yang dialami oleh YBS (10 thn) seorang siswa SD Kelas IV di Kabupaten Ngada NTT mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di pohon cengkeh itu, bukan keputusan sesaat dan tiba-tiba.

Ketika dia meminta uang sepuluh ribu rupiah kepada ibunya untuk membeli peralatan sekolah dan dijawab tidak ada, itu hanya “trigger” yang membuat YBS mengambil keputusan nekat.

Berbagai kesulitan hidup yang dialami menyebabkan tekanan mental yang berakibat YBS putus asa karena tdk lagi melihat jalan keluar untuk melanjutkan hidup selanjutnya.

YBS memang hidup dalam kondisi miskin ekstrim. Terlebih ibunya yang seorang janda harus menghidupi lima orang anak dengan sumber penghasilan tidak menentu.

“Dari peristiwa tragis ini kita belajar. Seharusnya dilakukan pendataan cepat disemua daerah, jumlah keluarga (jumlah penduduk) yang hidup dalam kondisi miskin ekstrim,” tegasnya.

Kondisi miskin ekstrim, yaitu orang atau keluarga yang tidak bisa memenuhi kebutuhan minimalnya sehari-hari. Lebih menyedihkan jika kita menyaksikan tempat tinggalnya.

Baca juga: Terkait DOB, Sofyan Hasdam Nilai Pemekaran Kutai Utara Paling Siap

“Saya pernah meneteskan air mata menyaksikan seorang yang jompo tidur pada alas tikar yang tidak layak, dalam rumah yang tidak lebih dari sebuah kandang hewan,” ucapnya.

Kata Sofyan, dirinya spontan mengatakan kalau orang ini mati dalam kondisi seperti ini maka mulai dari tetangganya, Ketua RT nya, lurah, camat dan Kepala Daerahnya masuk neraka semua.

Betapa tidak, keluarga miskin ekstrim bukan peristiwa mendadak. Kesusahan mereka telah disaksikan sehari-hari oleh tetangganya, masyarakat sekitarnya, ketua RT-nya. Dan paling aneh kalau keluarga seperti ini tdk mendapatkan bantuan tunai langsung karena kesalahan data.

Dari kasus anak bunuh diri di Kabupaten  Ngada adalah contoh tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Bagi masyarakat yang hidup di kota atau hidup dalam kondisi berkecukupan, rasanya tidak terjangkau nalar kalau ada orang mengakhiri hidup karena putus asa mencari uang sepuluh ribu rupiah.

Uang yang jumlahnya jauh lebih kecil dari yang digunakan anak kita menikmati jajanan setiap hari. Namun itulah kondisi nyata bagi mereka yang hidup di desa, yang berharap menyambung hidup dari hasil panen atau kerja serabutan.

Baca juga: Resmi Dilantik jadi Anggota DPD RI, Andi Sofyan Siap Perjuangkan Kepentingan Kaltim

Uang sepuluh ribu sangat berharga dan tentu dengan penghasilan yang sangat minim, mereka lebih mementingkan membeli bahan pokok untuk dimakan ketimbang membeli alat sekolah buat anaknya.

Mendata jumlah masyarakat miskin ekstrim adalah tugas mendesak dan secepatnya dituntaskan. Bedah rumah harus diprioritaskan, berikan bantuan langsung dari APBD dan jika masih mampu bekerja, beri mereka sumber penghasilan dengan bekerja sebagai petugas kebersihan, pekerja proyek fisik atau beri mereka modal untuk mrmbuka usaha kecil di pasar atau pedagang gerobak.

“Sekarang bukan saatnya ber “teori”. Mereka memerlukan uluran tangan dan kerja nyata, apalagi menolong orang miskin buat mengangkat harkat hidup nya merupakan “jargon kampanye” yang disuarakan oleh seluruh calon pejabat eksekutif dan legislatif,” pungkasnya. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Nasional
ShareTweet
Previous Post

Tingkatkan Daya Saing Pencaker, Disnaker Bontang Siapkan 21 Program Pelatihan Bersertifikat

Next Post

Bersihkan Kebun, Warga Bengalon Tewas Tertimpa Pohon Ulin yang Ditebangnya

Related Posts

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan
WARTA

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta
WARTA

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta

Sabtu Pemeliharaan WTP Altra Bontang, 16.500 Pelanggan di Area Ini Terdampak
WARTA

Kemarau Datang, Warga Bontang Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Gagal Kabur, Dua Pelaku Curanmor di Sebuntal Ditangkap Warga di Jalan Poros BON-SMR
WARTA

Pelaku Curanmor Milik Pekerja SPBU Bonles Tertangkap, Ternyata Masih Pelajar

Khawatir Bebani APBD, Rustam Minta Pemerintah Tidak Rekrut Honorer Lagi
DPRD Bontang

Setuju Biaya Parkir Progresif di Citimall Bontang, Rustam: Perawatan Fasilitas Harus Meningkat

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah
WARTA

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah

Next Post
Bersihkan Kebun, Warga Bengalon Tewas Tertimpa Pohon Ulin yang Ditebangnya

Bersihkan Kebun, Warga Bengalon Tewas Tertimpa Pohon Ulin yang Ditebangnya

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.