Dialektis.co, SANGATTA – Pemerataan sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menjadi perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Dengan wilayah yang luas dan kebutuhan fasilitas yang beragam di setiap kecamatan, Dispora menilai keterlibatan sektor swasta dan pelaku usaha lokal menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan olahraga daerah.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas olahraga tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai solusi realistis untuk menghadirkan sarana olahraga yang layak hingga ke pelosok kecamatan.
“Sarana olahraga tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja,” ujar Basuki, Sabtu (29/11/2025).
Basuki mengatakan, Kutim memiliki tantangan geografis yang cukup besar dengan 18 kecamatan yang tersebar luas. Kondisi ini menuntut adanya peran aktif pihak non-pemerintah agar pemerataan fasilitas dapat segera terwujud.
“Kutim ini wilayahnya luas sekali. Kalau hanya mengandalkan pemerintah, tentu prosesnya akan lebih lambat. Karena itu, harapan kita semua pihak mau berkontribusi,” tegasnya.
Basuki menyampaikan harapannya agar para pelaku usaha dapat menunjukkan kepedulian sosial melalui dukungan terhadap fasilitas olahraga di wilayah operasional mereka. Dukungan tersebut bisa berbentuk pembangunan lapangan, perbaikan sarana, maupun bantuan perlengkapan olahraga.
“Harapan kita teman-teman pelaku usaha juga bisa memberikan bentuk kepeduliannya. Olahraga ini manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Dispora Kutim memastikan akan membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan dunia usaha agar kolaborasi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan iklim olahraga yang sehat dan merata.
“Dengan komunikasi yang baik, kita ingin geliat olahraga bisa tumbuh di semua kecamatan,” pungkas Basuki. (adv)








Discussion about this post