Dialektis.co, Sangatta – Persoalan pedagang kaki lima (PKL) apresiasi yang ada pada diri kita saat berhenti untuk isu klasik yang ada di setiap daerah. Termasuk di Kutai Timur (Kutim), keberadaan mereka pun menjamur seiring di dukung oleh para pembeli.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Timur (Kutim), Fata Hidayat menjelaskan,
Sebenarnya persoalan PKL tidak hanya soal pedagang yang melanggar, tetapi juga perilaku masyarakat yang membeli di lokasi terlarang.
Sejatinya pembeli juga harus paham bahwa yang membuat PKL semakin banyak karena adanya pembeli.
“Padahal risikonya ketika mereka berhenti mendadak di trotoar hingga parkir bisa membahayakan orang lain,” tegasnya.
Fata menegaskan, pihaknya tengah mendata di lapangan lebih rapi dan melakukan pendekatan yang lebih terstruktur, ia berharap kepatuhan dapat meningkat.
Pemerintah ingin mendorong penertiban berbasis kesadaran, bukan sekadar operasi razia yang terus berulang tanpa hasil.
“Seandainya semua pihak sadar fungsi ruang publik, kota ini akan jauh lebih tertib dan aman, pastinya” tutupnya. (adv)








Discussion about this post