Dialektis.co – Pengalaman tidak mengenakkan yang dialami anaknya di salah satu traffic light di Kota Bontang, sedikit banyak mengubah sikap Nur Dini terhadap orang merokok di tempat umum.
Kala itu, ia merasa begitu geram. Bekas pembakaran rokok mengenai mata anaknya. Semenjak itu, emak-emak bercadar itu menjadi lebih sering menegur orang yang merokok saat berkendara.
“Adakah forum untuk keluhan warga Bontang. Ya Allah beberapa kali mata ini kena abunya rokok pengguna jalan nah,” ucapnya mengawali pembicaraan saat menghubungi media ini, Jumat (12/12/2025).
Baginya rokok memang urusan pribadi. Tapi, saat dilakukan di tempat umum oleh pengendara motor atau mobil. Bahkan, hingga merugikan orang lain sebagai tindakan yang tidak pantas untuk dinormalisasi.
“Enggak pake motor atau mobil banyak sekali yang merokok selama di jalan. Terus abunya dibuangnya asal aja, enggak direndahkan dulu kah gimana asal negesi awune aja,” tuturnya.
“Padahal kalau posisi tinggi buang abunya. Terus kena angin pasti mengenai orang di belakangnya,” tambahnya.
Mirisnya, Nur mengaku kerap melihat hal itu justru dilakukan oleh pria berseragam PNS atau kendaraan plat merah.
“PNS, pake mobil jalan puwelan sambil ngerokok. Asal aja buang abunya di jalan, betul aja kena mata min,” keluhnya.
Ia berharap, isu larangan merokok saat berkendara terus digaungkan di Kota Bontang. Hal ini penting guna memastikan jalan raya aman bagi semua pengendara. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post