Dialektis.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memastikan jajarannya akan pro-aktif melobi pemerintah pusat terkait wacana rekrutmen guru baru.
Menurutnya, pengangkatan aparatur sipil negara (ASN) khususnya untuk tenaga pendidik. Di tengah banyaknya guru yang memasuki masa pensiun menjadi sangat penting.
“Iya, kita kurang sekitar 100 guru. Karena regulasinya kan dari pusat, kita upayakan untuk bicara secara khusus dengan pemerintah pusat,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (1/12/2025).
Baca juga: Banyak Masuk Usia Pensiun, Bontang Persiapkan Guru & Kepsek Berprestasi Naik Jenjang
Bagi Neni, krisis guru ini harus dapat diatasi. Ia berharap dari upaya komunikasi yang dilakukan jumlah ketersedian guru di Bontang dapat segera sesuai kebutuhan sekolah.
“Harus ada keputusan. Masa mau dibiarin, Insyallah kita pro-aktif melobi,” tuturnya.
Pihaknya pun telah menyusun rencana.
Termasuk saat mengawal keberangkatan 28 pelajar untuk sertifikasi bahasa Jepang di Jakarta yang digelar pada 9 Desember mendatang.
Neni menyatakan jika memungkinkan momentum itu juga akan digunakan untuk menjelaskan kondisi kurangnya jumlah guru di Bontang.
Terpisah sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang, Sudi Priyanto, menyatakan keputusan penambahan guru sangat ditentukan oleh kebijakan pusat, kebutuhan riil di daerah, serta kemampuan fiskal pemerintah kota.
“Yang pertama tentu kebijakan dari pusat. Kedua, kebutuhan kita di daerah. Dan yang ketiga adalah ruang fiskal. Ketiga hal ini harus diselaraskan. Sampai sekarang belum ada sinyal atau pembukaan keran dari pusat terkait rekrutmen,” kata Sudi.
Sudi mengakui, kondisi kekurangan guru menjadi persoalan mendesak. Pasalnya, jumlah guru yang memasuki masa pensiun setiap tahun terus bertambah.
Namun demikian, pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa dasar kebijakan yang jelas dari pusat.
“Untuk rekrutmen guru, saya tidak berani mendahului. Ini murni kebijakan nasional. Kita harus tunduk pada regulasi yang berlaku,” ucapnya.
Di sisi lain, BKPSDM Bontang terus melakukan penghitungan kebutuhan pegawai, termasuk guru. Penyusunan kebutuhan ini dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari perencanaan sumber daya manusia aparatur. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post