Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Syarat Insentif Guru Swasta Masih Berat, Banyak Guru PAUD di Bontang Belum S1

Redaksi by Redaksi
April 25, 2026
Syarat Insentif Guru Swasta Masih Berat, Banyak Guru PAUD di Bontang Belum S1

engawas Sekolah Disdikbud Bontang, Sumarmi (Foto/Mira)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Bontang masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya terkait persyaratan insentif bagi tenaga pendidik.

Ketentuan yang diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) mengharuskan guru PAUD memenuhi kriteria administratif dan akademik sebelum dapat menerima insentif.

Pengawas Sekolah Ahli Muda, Sumarmi, mengungkapkan bahwa syarat tersebut di antaranya adalah memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1. Serta masa kerja minimal dua tahun yang terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Selain itu guru juga wajib memiliki NUPTK dan perangkat digital seperti handpone untuk menunjang pelaporan kinerjanya.

Baca juga: Disdikbud Bontang Apresiasi Peran Guru PAUD sebagai Fondasi Pendidikan

Menurutnya, ketentuan tersebut sejatinya bertujuan untuk meningkatkan standar mutu tenaga pendidik. Namun dalam praktiknya, tidak semua guru PAUD mampu memenuhi persyaratan tersebut dalam waktu singkat.

Banyak guru PAUD yang masih berada pada jenjang pendidikan di bawah S1. Sehingga otomatis belum dapat mengakses insentif yang disediakan pemerintah.

Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara kebijakan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas, dengan realitas di lapangan.

“Menjadi guru PAUD harus memiliki kompetensi profesional dan paedagogik yang baik serta dituntut memiliki kesabaran yang luar biasa. Sudah seyogyanya kesejahteraan guru PAUD juga mendapatkan perhatian. Satu diantaranya ya melalui insentif ini,” ujarnya kepada media ini.

Kata Sumarmi, kebijakan ini perlu diimbangi dengan solusi konkret. Agar tidak mempersulit para guru.

Baca juga: Disdikbud Bontang Apresiasi Pasar Al-Hikmah sebagai Model Pembelajaran Kontekstual

Tanpa adanya dukungan tambahan, persyaratan tersebut berpotensi menjadi hambatan struktural bagi peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik PAUD

Di sisi lain, pemerintah daerah dinilai perlu mempertimbangkan pendekatan bertahap dalam penerapan kebijakan tersebut.

Hal ini penting agar guru yang belum memenuhi syarat tetap memiliki peluang untuk berkembang dan meningkatkan kapasitasnya.

Sumarmi berharap pemerintah dapat memberikan solusi bagi para guru PAUD yang belum berkualifikasi S1. Seperti pemberian beasiswa untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka sehingga dapat memenuhi syarat memperoleh insentif.

“Harapannya saya ada program tersendiri bagi guru PAUD untuk berkuliah S1 tanpa mereka harus memikirkan lagi dari mana biayanya. Tetap semangat para pejuang PAUD, semoga ada kemudahan bagi kita semua,” pungkasnya. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1  kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Disdikbud Bontang 2026
ShareTweet
Previous Post

Disnaker Bontang Tekankan Keberlanjutan Pelatihan, LPK Diminta Aktif Pantau Lulusan

Next Post

Disdikbud Bontang Siap Unjuk Taring di Babak Penyisihan Dispora Cup 2026

Related Posts

Optimis Selesai Lebih Cepat, Jembatan Guntung Masuk Tahap Pengecoran
WARTA

Optimis Selesai Lebih Cepat, Jembatan Guntung Masuk Tahap Pengecoran

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang
EKBIS

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang

5 Hektare Terbakar, Pria 62 Tahun di Teluk Pandan Ngaku Hendak Tanam Jagung
WARTA

5 Hektare Terbakar, Pria 62 Tahun di Teluk Pandan Ngaku Hendak Tanam Jagung

Waspada Karhutla, Ketua DPC PRIMA Bontang Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
WARTA

Waspada Karhutla, Ketua DPC PRIMA Bontang Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian
WARTA

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus
WARTA

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus

Next Post
Disdikbud Bontang Siap Unjuk Taring di Babak Penyisihan Dispora Cup 2026

Disdikbud Bontang Siap Unjuk Taring di Babak Penyisihan Dispora Cup 2026

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.