Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home EKBIS

Mandor Pintar Institute: Pendidikan yang Merdeka, Untuk Negeri Yang Lebih Berdaya

Setiap Orang Punya Hak untuk Belajar, Tumbuh, dan Bermimpi Lewat Pendidikan

Redaksi by Redaksi
September 8, 2025
Mandor Pintar Institute: Pendidikan yang Merdeka, Untuk Negeri Yang Lebih Berdaya

Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Pendidikan selalu menjadi isu yang hangat dibicarakan di Indonesia. Pendidikan seharusnya bukan soal siapa yang punya, siapa yang bisa, atau siapa yang beruntung. Pendidikan adalah hak semua orang, hak untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi lebih besar.

Tapi kenyataannya, hingga hari ini, masih banyak orang di Indonesia yang belum merasakan akses pendidikan yang layak. Tak sedikit anak yang harus menempuh jarak jauh, menantang keterbatasan ekonomi, bahkan mengalah pada keadaan, hanya demi bisa duduk di bangku sekolah.

Faktanya, meski hampir semua anak usia sekolah dasar sudah mendapatkan akses pendidikan, semakin tinggi jenjangnya, semakin menyusut pula angka partisipasinya.

Menurut data Badan Pusat Statistik 2024, dari 100 anak, hanya 92 yang melanjutkan ke jenjang SMP, dan menurun lagi menjadi 88 di tingkat SMA. Begitu menginjak usia kuliah, angkanya terjun drastis, hanya 32 dari 100 yang benar-benar mampu melanjutkan ke perguruan tinggi.

Di sisi lain, Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah perguruan tinggi terbanyak di dunia. Per Februari 2025, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) mencatat, lebih dari 6.000 institusi pendidikan tinggi aktif, dari kampus negeri, swasta, keagamaan, hingga lembaga di bawah kementerian teknis.

Tapi jumlah itu belum berarti akses yang mudah. Biaya, jarak, dan kondisi keluarga masih jadi penghalang utama, terutama bagi kelompok rentan.

Dalam situasi ini, pendidikan nonformal menjadi alternatif yang lebih inklusif, melalui pelatihan, kursus, hingga program berbasis komunitas yang membuka akses belajar bagi mereka yang kesulitan menjangkau pendidikan formal.

Seperti yang disampaikan Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih, “Setiap orang berhak belajar dan berkembang, tanpa dibatasi status sosial atau gelar. Belajar bisa dari mana saja, dari pengalaman, komunitas, hingga pelatihan di tempat kerja.”

Di ranah industri konstruksi, inisiatif kesetaraan akses belajar diwujudkan melalui program Mandor Pintar Institute (MPI) yang diinisiasi oleh Semen Merah Putih.

Program ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pengembangan kapasitas pekerja konstruksi, kelompok yang seringkali luput dari akses pendidikan formal.

Lewat MPI, para pekerja diberi kesempatan mengikuti pelatihan teknis yang relevan, praktis, dan langsung dapat diterapkan di lapangan, mulai dari teknik pengecoran, pengawasan proyek, hingga manajemen keselamatan kerja.

Materi dirancang sesuai kebutuhan industri agar berdampak langsung pada kualitas kerja.

Yang membedakan, pelatihan ini juga memberikan sertifikasi keahlian resmi dari badan sertifikasi keahlian dan juga menjalin kerjasama dengan pemerintah, seperti lewat Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW), Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sertifikat ini bukan hanya pengakuan atas kompetensi, tapi juga menjadi nilai tambah penting yang meningkatkan kepercayaan diri serta membuka peluang karier yang lebih luas, baik di proyek nasional maupun swasta.

Melalui MPI, pendidikan bisa hadir di mana saja, bahkan di tengah debu proyek dan hiruk-pikuk pembangunan, selama ada komitmen untuk membuka pintu belajar bagi semua. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Nasional
ShareTweet
Previous Post

Minta Cukai Tak Naik, Ketum APINDO Nilai Lebih Baik Peningkatan Kepatuhan Pajak

Next Post

Sedimentasi Proyek Drainase Jalan WR Supratman Tanjung Laut Wajib Dibersihkan

Related Posts

Optimis Selesai Lebih Cepat, Jembatan Guntung Masuk Tahap Pengecoran
WARTA

Optimis Selesai Lebih Cepat, Jembatan Guntung Masuk Tahap Pengecoran

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang
EKBIS

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang

5 Hektare Terbakar, Pria 62 Tahun di Teluk Pandan Ngaku Hendak Tanam Jagung
WARTA

5 Hektare Terbakar, Pria 62 Tahun di Teluk Pandan Ngaku Hendak Tanam Jagung

Waspada Karhutla, Ketua DPC PRIMA Bontang Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
WARTA

Waspada Karhutla, Ketua DPC PRIMA Bontang Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian
WARTA

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus
WARTA

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus

Next Post
Sedimentasi Proyek Drainase Jalan WR Supratman Tanjung Laut Wajib Dibersihkan

Sedimentasi Proyek Drainase Jalan WR Supratman Tanjung Laut Wajib Dibersihkan

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.