Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Kadinsos Bontang: Masih Banyak Warga Salah Paham Kriteria Penerima BLT Daerah

Redaksi by Redaksi
April 2, 2026
Kadinsos Bontang: Masih Banyak Warga Salah Paham Kriteria Penerima BLT Daerah

Kepala Dinsos-PM Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati (Foto/Isan)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati mengaku seluruh data penerima bantuan langsung tunai (BLT) daerah, sebenarnya telah tercatat dengan baik.

Namun, diakuinya persoalan muncul sebab masih banyaknya persepsi yang berbeda di masyarakat. Karena adanya salah paham perbedaan kriteria penerima bantuan.

“Masih banyak yang salah paham. Ada yang menerima dari kategori disabilitas, ada juga dari desil kemiskinan. Jadi memang beda golongan setiap penerima BLT,” ujarnya, saat meninjau data lapangan di RT 24 Loktuan, Kamis (2/4/2026).

Dijelaskan Toetoek, penerima BLT dari kategori disabilitas memiliki ketentuan tersendiri.

Seperti anak penyandang disabilitas usia 0 hingga di bawah 18 tahun masih tetap berhak menerima bantuan, tanpa melihat kondisi ekonomi keluarga.

Baca juga: Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Dewan Tinjau Langsung Data Kemiskinan di Loktuan

“Walaupun rumahnya terlihat mampu. Kalau memiliki anak disabilitas, tetap berhak mendapatkan bantuan. Itu yang sering tidak dipahami oleh masyarakat,” ungkapnya.

Jelasnya, untuk penyandang disabilitas usia 18 tahun ke atas. Bantuan diberikan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi atau desil kemiskinannya.

Jika dinilai mampu, maka tidak lagi menjadi prioritas penerima.

Kurangnya pemahaman ini disebut menjadi salah satu penyebab munculnya kritik dan protes dari masyarakat. Pemerintah pun terus menampung aspirasi, sekaligus melakukan verifikasi langsung di lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kritikan masyarakat tetap kami tampung. Kami juga turun langsung melihat kondisinya untuk memastikan bantuan benar-benar layak diberikan,” imbuhnya.

Selain itu, kendala teknis juga turut mempengaruhi lambatnya penyaluran BLT. Salah satunya adalah kewajiban penerima untuk membuat virtual account (VA) di Bank Kaltimtara sebagai syarat pencairan bantuan.

Pemerintah telah memberikan waktu selama empat hari kepada penerima untuk mengurus pembuatan VA. Namun, hingga hari kedua, baru sekitar 50 persen penerima yang datang ke bank. Bahkan di hari sebelumnya, jumlahnya masih terhitung sangat minim.

Baca juga: Baru 50% Penerima Bantuan Buat virtual account, Andi Faiz: Ketua RT Harus Aktif Bantu Warga 

“Bantuan tidak bisa disalurkan kalau penerima belum membuat VA, dan proses ini tidak bisa diwakilkan. Itu yang jadi kendala di lapangan. Kenapa bisa bantuan belum sepenuhnya tersalurkan,” paparnya.

Sebagai solusi, pemerintah kini menggandeng pihak kelurahan dan ketua RT untuk membantu mensosialisasikan informasi tersebut ke masyarakat penerima BLT.

Sebab program BLT ini merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Bontang, yang dimana mampu meringankan beban masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen terus melakukan perbaikan, baik dari sisi sosialisasi maupun teknis penyaluran agar bantuan dapat diterima tepat waktu dan tepat sasaran. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Berita Bontang
ShareTweet
Previous Post

Nelayan Bontang yang Sempat Dilaporkan Hilang, Akhirnya Pulang dengan Selamat

Next Post

Neni Jemput Bola ke Kementerian PUPR, Dorong Penanganan Banjir Rob di Bontang Kuala

Related Posts

Badak LNG Sedang Running 2 Kilang, Pertamina Tegaskan Prioritaskan Domestic Plant
EKBIS

Badak LNG Sedang Running 2 Kilang, Pertamina Tegaskan Prioritaskan Domestic Plant

ISKA Siapkan Kepemimpinan Baru, Keadilan Jadi Agenda Utama
WARTA

ISKA Siapkan Kepemimpinan Baru, Keadilan Jadi Agenda Utama

Babak Baru Jembatan SMPN5 Bontang, Respon Postif dari KIE & KNE Soal Hibah Lahan
WARTA

Babak Baru Jembatan SMPN5 Bontang, Respon Postif dari KIE & KNE Soal Hibah Lahan

Sambut HUT TNI, Kodim 0908/Bontang Tanam 1.000 Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir
RAGAM

Sambut HUT TNI, Kodim 0908/Bontang Tanam 1.000 Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir

Jelaskan Arti Desil, BPS Bantah Manipulasi Demi Turunkan Angka Kemiskinan
WARTA

Jelaskan Arti Desil, BPS Bantah Manipulasi Demi Turunkan Angka Kemiskinan

Aklamasi, Edi Musjayadi Terpilih jadi Ketua Federasi Kurash Kota Samarinda
OLAHRAGA

Aklamasi, Edi Musjayadi Terpilih jadi Ketua Federasi Kurash Kota Samarinda

Next Post
Neni Jemput Bola ke Kementerian PUPR, Dorong Penanganan Banjir Rob di Bontang Kuala

Neni Jemput Bola ke Kementerian PUPR, Dorong Penanganan Banjir Rob di Bontang Kuala

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.